/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-4/nat322.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-4/nat322.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */
Setiap kata berasal dari air mata yang sama..

Kamis, 29 Januari 2015

Dia yang Kamu Pilih Untuk Menggantikanku

Tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, tentang kedatangannya yang membuatku hampir gila. Bagaimana tidak, jika kesempurnaannya ternyata bisa menarikmu begitu cepat dariku. Kecantikannya yang selalu kau puji, kepolosannya yang membuat pikiranmu berpaling dariku, hatinya yang tak pernah ingin kau lukai tanpa kau tahu bahwa ada hati yang jauh telah terluka karna pengakuanmu bahwa tak hanya aku yang kini menempati singgasana cintamu, tapi juga dirinya.


Kau memintaku mengalah, bersabar dan menunggumu hingga kau selesaikan permasalahan hatinya hingga selesai. Tapi itu pikirmu, tanpa kau sadari bahwa permasalahan hatinya denganmu takkan pernah selesai, dan aku harus terus terluka melihat orang yang ku cintai, mencintai wanita lain setiap harinya. Aku mengalah, aku bisa membaca perasaanmu dan perasaannya dari caramu menatapnya, dan caranya menatapmu. Jelas kau pasti tidak tahu bahwa selama ini aku selalu mencuri kesempatan untuk bisa membaca isyarat tubuh yang kamu dan dia tunjukkan ketika kalian bertemu.

Dia selalu ada di hati dan pikiranmu, lalu dimana aku? Ketika dia hanya menganggapmu sebagai seorang kakak, tapi mata dan hatinya menganggapmu lebih dari itu. Ketika kamu hanya menganggap dia sebagai adikmu, tapi mata dan hatimu menganggapnya lebih dari itu. Aku terluka, sayang. Hingga akhirnya takdir berkata lain. Sepertinya takdir memang menginginkan kalian berdua untuk bersama, dan aku semakin terluka.


Untuk pertama kalinya aku membuka akun facebook milikku setelah sekian lama aku nonaktifkan, jelas saja aku terkejut ketika status pertama yang aku baca adalah wall yang kamu kirimkan kepadanya, yang memberitahunya bahwa kau sangat bahagia dengan keputusannya yang menerimamu sebagai kekasihnya, dan aku dengan mudah terlupakan olehmu. Setiap saat kamu menuliskan status untuknya, mengungkapkan bahwa kamu tidak pernah ingin kehilangannya, mengungkapkan bahwa dia adalah peri kecilmu yang kau cinta dan kau banggakan.


“seistimewa itukah dia untukmu, sedangkan aku yang selama satu tahun menjalani hubungan denganmu, tak pernah ku rasakan kebahagiaanmu yang begitu mendalam seperti saat ini” terang saja aku hanya mengucapkannya dalam hati. Aku bisa apa, sayang? Ketika aku melihatmu setiap hari dengannya di sekolah, dan aku sibuk menata hati agar tidak terlalu patah, kemudian berlindung di balik punggung teman laki-lakiku yang selalu setia berada di sampingku setiap kali aku kau buat rapuh. Tapi kemudian kau justru datang kembali kepadaku, “aku sayang kamu” lirihmu setelah kau buat aku tak berdaya karena kehadirannya. “aku lagi cari cara buat mutusin dia”, semudah itu kau berkata, sedangkan hatiku sudah berhasil kau buat porak-poranda. Mengapa tidak kamu sadari, sayang, bahwa aku terlanjur hancur ketika kamu memilihnya untuk menggantikan posisiku di hati dan hidupmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cute Blue Flying Butterfly>