/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-4/nat322.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-4/nat322.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */
Setiap kata berasal dari air mata yang sama..

Kamis, 29 Oktober 2015

29 ke-57

29. Apa yang istimewa dari angka itu? Aku berusaha melupakan hal istimewa apa yang terikat dengan angka 29. Yaa. Segalanya dimulai ketika aku dan kamu membuka lembaran bersama, menjalani segalanya berdua. Tapi mungkin bersama dan berdua bukan lagi kata yang pantas untuk kenyataan yang ada di depan mata. Tanggal 29. Apa yang spesial dari tanggal 29? Tanggal yang memulai kebahagiaanku. Ketika kau ulurkan tanganmu. Saat dimana pundakmu menjadi satu-satunya sandaranku, tanganmu menjadi satu-satunya genggamanku, ragamu menjadi satu-satunya dekapan yang ku punya. Tanggal 29 adalah hari dimana aku memulai bahagia yang sebelumnya tak pernah aku temui. Saat dimana kamu menjadi satu-satunya tujuanku.


Detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun. Berjalan, kemudian berlalu. Rasa sayang tak lagi menjadi buah manis bagi hati. Cinta membuat segalanya menjadi terpasung dan terkekang. Pertengkaran demi pertengkaran mulai menghiasi cinta kita. Entah. Pertengkaran itu harus aku sebut sebagai hiasan cantik untuk hubungan kita, atau sebagai bom bunuh diri untuk kita berdua. Semua tak lagi sama. Segalanya tidak lagi seindah saat pertama. Kamu, laki-laki yang mampu merebut hati ini. Kamu perlahan menjauh, berubah menjadi sosok yang tidak mampu aku kenali. Datang, kemudian pergi, silih berganti. Dan aku semakin melihat punggungmu semakin menjauh dariku sejak kau hadirkan dia di antara kita. Dia yang kau pilih untuk menggantikanku, mungkin adalah saat pertama kalinya untukku berhenti berjalan di belakangmu. Kehadiran dia mungkin adalah kado pertama darimu untuk hubungan kita, dan hadiah terakhirmu untukku. Perpisahan yang kau pilihkan sebagai akhir dari tujuan kita, adalah tanda bahwa hatimu tidak lagi berada di tempat yang dahulu.


Hari ini adalah tanggal 29 ke-57. Tanggal 29 ke sekian kalinya aku kehilanganmu. Hari ini adalah hari pertama kalinya aku menyadari bahwa aku tidak akan pernah menjadi rumahmu, tempat kepulanganmu. Pertama kalinya aku menyadari, kita tidak akan pernah kembali seperti dulu. Dan untuk pertama kalinya, kamu bukan lagi menjadi tujuanku. Aku telah berhenti berjalan di belakangmu sejak kau hadirkan dia sebagai pemilik hatimu yang baru. Aku telah berhenti mengikutimu, berhenti berlari mengejarmu. Kamu adalah segalaku, tapi kamu menghentikan itu. Hari ini adalah tanggal 29 ke-57. Hari dimana aku tanpamu tapi tetap mengingatmu untuk kemudian menghapusmu dan melupakanmu. Hari dimana aku berharap tak ada lagi kamu dalam duniaku.





Selamat tanggal 29 ke-57 untuk masa lalu.

2 komentar:

  1. bayang mu tak akan pernah hilang.. rasa yang kau titipkan tidak pernah pergi.. dan semakin ku menjauh rasa itu membuat semakin perih..

    tapi apa hal nya aku,, begitu banyak rasa malu yang telah ku perbuat untuk mu.. begitu banyak rasa bersalah dalam diri ini.. begitu lemah jiwa ini untuk memperbaiki semuanya..

    memang,, kau benar.. aku bukanlah pria yang pantas untukmu.. bukan lah seseorang yang patut dibanggakan..


    aku hanyalah seorang yang akan menghancurkan kehidupan orang lain..
    dan semua itu membuat ku tidak lagi bisa merasakan cinta.. sungguh sulit untuk memulai lagi.. bukan hanya dengan kamu.. tapi juga yang lain..

    BalasHapus
  2. terima kasih atas pelajaran dan pengalaman yang telah kau beri selama ini.. semua membuat ku mengerti akan penting nya sebuah rasa.. dicintai dan mencintai.. sama sama hal yang membuat ku takut saat ini.. setelah apa yang ku lakukan kepadamu seakan akan terus menghantui ku untuk melangkah,, terima ksih atas doa yg selalu kau berikan.. namun ku selalu melihat dirimu tak melangkah ke depan.. saat itu aku semakin bersalah pada dirimu..

    BalasHapus

Cute Blue Flying Butterfly>