Hai mendung.
Hai ragu.
Hai bimbang.
Hai takut.
Hai semua yang mengekung jiwa.
Bagaimana jika dalam kehidupanmu, bukan dirimulah yang menguasai? Bagaimana jika dalam setiap detik yang kau lewati, bukan dirimulah yang melewati? Bagaimana jika dalam duniamu, tak pernah ada kesempatan yang bisa kau ambil dengan tenang dan tanpa tantang? Bagaimana jika kau selalu diberikan pilihan yang tak pernah kau inginkan? Bagaimana jika, ketika kau memiliki satu-satunya pilihan yang kau inginkan dan harapkan, tapi kemudian satu-satunya pilihan itu sendiri yang memilih pergi dan meninggalkan?!
Hai, jiwa yang selalu berusaha melarikan diri! Hai, jiwa yang selalu diam-diam menangis dalam hati! Hai, jiwa yang selalu memendam setiap teriakan yang meronta meminta keluar! Hai, kamu yang berusaha meninggalkan dirimu yang dulu hanya demi mengubur luka yang sakitnya tak pernah mereda! Hai, kamu yang lupa bagaimana caranya tertawa dengan bahagia! Hai, kamu yang tak lagi ingat caranya tersenyum tulus tanpa pura-pura! Hai, hati yang membeku! Hai!
Kamu! Iya, kamu! Kamu yang telah lama berlari untuk memenuhi apa yang telah menjadi wajibmu, pada akhirnya menulislah tempat pulangmu, putih kosonglah yang menjadi tujuanmu, kata-katalah yang menjadi sandaran letihmu. Hai, kamu! Redamlah segala ragu yang memenuhi relungmu, kuburlah takutmu dalam malam yang menghantarkan hangat dan dingin secara bersamaan, pisahkan raga dan jiwa sejenak dalam lelap hingga mereka ingat siapa yang terlebih dahulu membutuhkan!
Hai, kamu yang hampa! Kamu yang mencintai hening dan sepi, kamu yang merindui tenang dan damai. Senyap telah menjadi duniamu, bukan? Maka, kembalilah pada duniamu, lepaskan topeng yang kau gunakan saat berada pada keramaian dan kegaduhan. Dunia tak sejahat itu untuk melulu membiarkanmu berada dalam paksa yang tak ingin kau rasa. Jika memang menulislah satu-satunya kehidupan yang kau punya, maka menulislah. Jika kau tak bisa menggapai jiwa yang ingin kau jadikan cita, kaburlah pada apa yang ingin kau baca dan berlarilah pada apa yang kau ingin buat cerita.
Hai, jiwa! Beristirahatlah!
***
Tell yourself that everything will be fine. Because no one knows you, loves you, and understands you as you do.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar