/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-4/nat322.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-4/nat322.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */
Setiap kata berasal dari air mata yang sama..

Jumat, 11 Desember 2015

Ketika Pergi dan Hilang Selalu Berdampingan

Ada begitu banyak perasaan yang menghinggapi hati. Marah, kesal, kecewa, sedih, semua bertumpuk menjadi satu. Tak ada yang bisa aku lakukan sekarang. Aku tak pernah tahu bagaimana caraku mengekspresikan perasaan. Hingga segalanya semakin tumbuh menjadi lebih besar dan tak tertahankan. Aku tidak pernah tahu apa aku harus meledak-ledakkan amarahku. Aku tidak tahu apa aku harus meluapkan kekecewaanku. Aku tidak tahu apa aku harus melepaskan kesedihanku. Aku tidak tahu bagaimana caranya.

Aku punya teman yang memahami kesedihanku ketika aku kehilangan sosok ayah. Kamu teman ceritaku yang begitu aku sayangi. Kamu mengerti rasanya kehilangan saat kepergian datang. Kamu adalah satu yang tak pernah ingin aku lupakan. Tapi bagaimana jika kau sendiri yang pergi, dan hilang adalah satu-satunya rasa yang kemudian datang. Iya, aku tak memiliki apapun untuk aku timpalkan atas segala hilang yang datang.

Aku tak yakin aku baik-baik saja sejak kau pergi. Awalnya memang, tapi tahun demi tahun berlalu dan aku terluka oleh penggantimu. Ayahanda, lalu kamu, teman-teman, kemudian dia. Haruskah aku terjerembab dalam rasa kehilangan sejak kepergianmu dan mereka semua dari dunia yang ku anggap surga? Haruskah aku terpasung dalam ketakutan yang tak biasa? Tapi nyata telah berbeda. Kamu tak lagi ada dalam dunia. Kamu pergi, dan hilang adalah teman kehampaan yang kau hadirkan. Aku ingin kau kembali, menemani aku yang merindukan kehadiranmu.





Dari aku yang membutuhkan hadirmu, mas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cute Blue Flying Butterfly>