/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-4/nat322.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-4/nat322.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */
Setiap kata berasal dari air mata yang sama..

Rabu, 16 Desember 2015

Maaf Untukmu dan Kekasihmu

Awalnya aku tak yakin kau akan datang. Tapi apa yang ada di depan mata justru tak dapat aku sangka. Kamu hadir, dan kata-kata yang terlontar dari bibir ibuku saat melihat kedatanganmu adalah "anak lanangku datang". Seketika jantungku berdetak di atas batas kenormalan saat aku melihat punggungmu dari pintu kamar. Tak ada rasa yang dapat aku deskripsikan, entah senang, sedih, atau apapun semacamnya. Tapi yang aku tahu hanya, kau hadir di antara kami semalam.

Ketidaknyamananku hadir saat aku harus mengizinkan kamu bermalam dirumahku. Bagaimana mungkin kamu bermalam dirumah wanita yang telah menjadi bagian dari masa lalumu, sedangkan kamu memiliki dia yang mungkin telah kau pilih untuk dijadikan masa depan. Satu hal yang bisa membuatku tenang, setidaknya dengan bermalam dirumahku, aku terbebas dari rasa khawatirku jika kamu pulang selarut itu meskipun perasaan tak enak dengan kekasihmu juga menghantuiku. Sampaikan maafku pada kekasihmu karena telah membawamu masuk kedalam lingkaran masa lalu.

Hati wanita mana yang tak terluka jika mengetahui kekasihnya menemui masa lalunya. Tak ada satu orang wanita pun yang benar-benar rela berbagi, dan aku sangat mengetahui bagaimana rasanya membagi sesuatu yang hanya ingin menjadi satu-satunya milikku. Sampaikan maafku pada kekasihmu, karena mungkin dia bisa berfikir aku menginginkanmu. Kesadaranku hanyalah, aku tak pernah yakin aku pernah menjadi bagian terpenting di hidupmu.

Melihatmu. Diam-diam aku menata hati yang telah berserakan agar tidak menjadi bercucuran ke berbagai arah yang tak dapat aku jangkau.

Pagi ini, perasaanku saja atau memang, kamu menyanyikan lagu-lagu yang seakan-akan kau memintaku untuk melupakanmu; aku tak tahu. Tahukah kamu, aku ingin menggenggam tanganmu ketika tanganmu mengusap lembut pipiku, tapi bayangan ketika dia menggenggam tanganmu menyita seluruh keinginanku. Aku menahan diriku agar tidak menguasaimu. Aku menahan diriku agar tidak terlalu menginginkanmu kembali.

Saat berdua denganmu, menunggu hujan reda, kamu meminta izin agar bisa memelukku sekali dan untuk yang terakhir kali. Apa kau tahu? Saat kamu tak henti mengatakan betapa hancurnya kamu saat ini membuatku ingin beranjak dari sofa yang kutiduri untuk kemudian memelukmu dengan erat dan berkata "cukup, jangan bilang gitu lagi, kamu nggak tahu kalo semua kata-kata kamu bikin jantung aku berdebar kencang, sekujur tubuh bergetar, tenagaku seakan terkuras, dan aku ketakutan."

Andai kamu tahu, aku menahan air mata agar tidak tumpah ketika kamu tak henti mengatakan betapa parahnya keadaanmu sekarang. Aku menahan tubuhku agar tidak terlalu gemetar. Aku berusaha menjaga hatiku agar tetap tenang. Aku berusaha bertahan dari ketakutan yang kau hadirkan. Kamu tak pernah tahu, apapun bisa terjadi kepadaku ketika aku mengetahui kau tidak sedang baik-baik saja. 

Andai kamu mengetahui bahwa semua yang kau ucapkan hanya mampu membuatku semakin sulit untuk melepaskan. Buruknya kamu, hanya menimbulkan keinginanku untuk melindungimu, menjagamu, membebaskanmu dari semua belenggu yang mengikatmu. Dan aku kembali sadar, aku tak punya kuasa untuk itu. Aku hanyalah masa lalumu, dia yang memilikimu seutuhnya. Dan kamu tak akan pernah tahu bahwa aku akan selalu kacau.

Kamu memintaku untuk melupakanmu, menghapusmu dan mencari yang lebih baik darimu. Maafkan aku jika mencintai dan merindukanmu adalah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan di matamu. Tapi aku mohon, beri aku waktu. Aku membutuhkan waktu lebih lama untuk meniadakan kehadiranmu dari hidupku. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi sepertimu, yang bisa dengan mudahnya menggantikan aku dengan siapapun selainku.

Semampuku, permintaanmu akan aku penuhi. Melupakanmu, menghapusmu, dan menemukan penggantimu yang lebih baik akan aku lakukan. Keinginanmu akan aku laksanakan ketika aku benar-benar siap. Aku pergi jika memang itu inginmu. Dan sampaikan maafku pada kekasihmu karena aku telah mencintaimu dan merindukanmu. Sampaikan maafku pada kekasihmu karena telah mencemaskan dan mengkhawatirkanmu. Sampaikan maafku pada kekasihmu karena telah meminjammu hari ini.

Sampai kau mengantarku, bisakah aku memastikan bahwa aku tak akan pernah muncul di hadapanmu lagi. Bisakah aku memastikan bahwa itu adalah pertemuan terakhir kita. Dan dengan air mata aku melewati gerbang kampus, ku ucapkan selamat tinggal untukmu, ku tutup hatiku rapat-rapat darimu. Terimakasih, segalaku.



Dari masa lalumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cute Blue Flying Butterfly>